Selasa, 03 Januari 2012

PENDEKATAN STUDI ISLAM

Secara garis besar Study Islam membagi metode pendekatan dalam melakukan penelitian dan riset secara RASIONAL,EMPIRIS, dan SISTEMATIK menjadi tiga(3):

  • Pendekatan Normatif (Social Science)
  • Pendekatan Kemanusiaan (Social Himaniora)
  • Pendekataan Ilmu-ilmu Alam (Natural Science)
  1. Pendekatan Normatif adalah pendekatan yang lebih menekankan aspek normatif dalam ajaran Islam sebagaimana terdapat dalam al Qur'an maupun Sunnah. yang termasuk di dalamnya adalah:
  • Pendekatan Sosiologi
  • Pendekatan Ekonomi
  • Pendekatan Fenomenologi
  • Pendekatan Sejarah
A.Pendekatan Sosiologi
Dalam melakukan riset guna mempromosikan nilai Islam secara Ilmiah pendekatan ini mengedepankan pendekatan dengan metode INTERAKSIONALISME (Representative) dan FUNGSIONALISME (Kolektif).
Dengan metode INTERNASINALISME (Representative) kita melakukan pendekatan dengan mengambil semple  actor social sebagai bahan penelitian. Sehingga patokannya dengan melihat individu2 yang mampu mewakili suatu masyarakat dapat terlihatlah bagaimana interaksi sosial yang terjadi di dalamnya.
Sedangkan dengan metode FUNGSIONALISME (Kolektif) kita melakukan penelitian berdasarkan fakta-fakta sosial yang ada. Misalnya Organisasi2 yang menjalankan fungsinya dapat kiata gunakan sebagai media dalam melakukan riset ilmiah sehingga dapat ditemukan fakta sosial yang empiris. nah,kawan2...dengan mengkaji Islam lewat metode ini diharapkan dapat menghindari anomi (perbenturan) nilai2 sosial yang ada dalam kemasyarakatan.

B. Pendekatan Ekonomi
Pendekatan ini dipahami sebagai suatu gejala pemenuhan kebutuhan hidup,entah primary,sekuder,maupun tertier. Dari sini dapat dikaji bagaimana agar suatu pemenuhan kebutuhan, dapat di manajemen dengan sebaik-baiknya

C. Pendekatan Fenomenologi
Fenomenologi dapat diartikan suatu kenampakan diluar. Pada dasarnya dalam pendekatan ini kita mencoba membuat perbandingan yang lebih empatik dan persuasif yaitu mencari nilai kebenaran dari suatu kenampakan (noumena),karena kenampakan yang nampak di luar tidak bisa selalu menggambarkan keadaan di sebaliknya. Disi ada 3 pedoman dalam melakukan pendekatan ini,yaitu:
  • Reduksi Fenomenologi
yaitu memisahkan/menyaring apa yang nampak dengan maksud memperbandingkan
  • Reduksi Editif
yaitu mencoba mengatakan dari setiap perbedaan pasti ada kesamaan dalam pola umunya (common pattern) atau pola unik = pola umum
  • Reduksi Transedental
yaitu menjelaskan fungsi dari sesuatu bukan dari penampakan luarnya


D. Pendekatan Sejarah (Historis)
Sejarah dalah suatu suatu perubahan yang bersifat faktual (detail)
dengan mempelajari dan mendalami metode pendekatan ini kta diharapkan dapat terlepas dari mitos2 yang sedikit banyak mempengaruhi suatu riset yang sedang kita jalankan (mitologi). Dalam Pendekatan Sejarah ini kita dapat mengidentifikasi alur dan narasi terkait dengan bagaimana pesan sejarah dimaknai. disini kita mencoba menarik fraksi-fraksi dinamika sejarah agar dapat mengambil makna dari setiap perubahan yang terjadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar